Organisasi Ekternal Unsera, Meminta Penurunan Biaya Kuliah

Suararakjat.com Serang, Sejumlah organisasi ekternal Universitas Serang Raya (Unsera), melakukan Konsolidasi Ekternal terkait kebijakan kampus yang bertempat di Sekretariat (HMI UNSERA), (28/01/2021)

Menyoroti kebijakan kampus ditengah pandemi ini, sejumlah organisasi yang tergabung dalam konsolidasi ekternal tersebut adalah, Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 

Dengan memasuki tahun baru 2021, ternyata tidak membuat virus menghilang atau meredam, bahkan angka positif Covid-19 mengalami peningkatan yang sangat masif yaitu dengan total 1.024.298 juta jiwa, terhitung sampai tanggal 27 Januari 2021.

Ketua SAPMA PP Komisariat Unsera Faris menyampaikan, kampus swasta yang cukup terkenal khususnya di Serang, sungguh sangat disayangkan hanya mengeluarkan surat edaran berupa (WFH), namun tidak dengan kebijakan pemotongan Biaya Operasional (BOP) untuk mahasiswanya, padahal ditengah pandemi dan kondisi serba sulit seperti ini mahasiswa tidak menggunakan fasilitas kampus, Ujarnya

Lanjutnya, “Sudah sepantasnya pihak Rektorat memberikan keringanan berupa pemotongan biaya (SPP) karena, selama hampir satu tahun ini pembelajaran dilakukan secara daring, sehingga fasilitas kampus pun tidak dipergunakan oleh mahasiswa sebagaimana mestinya, Apalagi kampus melakukan kebijakan (WFH) untuk akademik dan pegawai, itu artinya semakin tidak adanya pemakaian fasilitas kampus oleh Mahasiswa, Akademik dan Pegawai”. 

Sekertaris Umum HMI komisariat Unsera-Rizal menyampaikan, oleh sebab itu harus ada potongan Biaya Operasional  (BOP) dengan besaran 30% s/d 50%. Sebagai bentuk kepedulian pihak rektorat terhadap mahasiswanya akibat dampak dari virus COVID-19.

Lanjut Rizal, “Kita juga menyoroti terkait Uang Kegiatan Mahasiswa (UKM), yang mana kegiatan ormawa tidak semuanya berjalan dengan lancar. Maka kita yang hadir dalam konsolidasi ekternal meminta, kepada pihak Universitas untuk menghilangkan dana (UKM) selama tidak ada aktivitas dikampus”,

Ketua DPK GMNI Unsera Ari Irmawan juga menyampaikan, “ ya saya sangat sepakat dihilangkannya biaya (UKM) dimasa pandemi ini”. Dengan tidak adanya kegiatan ormawa didalam kampus dimasa pandemi, maka harus dipertanyakan apabila masih adanya dana (UKM), Tegasnya.

Kemudian, bilamana kegiatan organisasi berjalan maka biaya (UKM) harus tetap dilakukan pemotongan 50%. Dikarnakan kegiatannya pun tidak dilaksanakan secara offline melaikan online atau Daring”, ujar Ari.

Pihak organisasi yang tergabung inipun menyatakan sikap, bila rektorat tidak meninjau kembali kebijakan yang sudah dikeluarkan, maka mahasiswa siap untuk turun aksi. (Sofyan/Stafsus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *