Aliansi GEGER BANTEN, Tuntut Pemerintah Laksanakan Revolusi Pendidikan dan Gagalkan RUU Omnimbuslaw Cipta Kerja.

Serang, sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Geger Banten, melaksanakan aksi demontrasi menyikapi situasi pendidikan dan Rancangan Undang-undang (RUU), Omnimbuslaw Cipta kerja. Aksi yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai kampus ini, dilaksanakan di alun-alun kota serang. (18/09/2020)

Humas aliansi Simon Impolana saat ditemui menyampaikan, dalam krisi kesehatan yang hari ini terasa berdampak kepada pendidikan Indonesia. Dimana pendidikan di Indonesia, digoyahkan dan dipaksakan melaksanakan Pembelajaran

Jarak Jauh (PJJ), ditengan situasi pandemi Covid-19. Belum ada solusi kongkrit dari pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi terhadap pendidikan. 

“Meskipun Kemendikbud mengeluarkan Permendikbud No.25 Tahun 2020, tetapi dalam regulasi tersebut, ketika ditelisik secara komperhensif, terlihat sangat nyata bahwa tidak ada satupun muatan yang lahir atas situasi pandemi Covid-19. Belum bisa menjadi solusi kongkrit dalam menyelesaikan dampak pandemi dalam sektor pendidikan,” ujarnya.

Lanjutnya, Kemendikbud mengelurkan inovasi sistem pendidikan Kampus Merdeka. Ini hanya menjadi alibi pemerintah saja untuk lebih membuat komersialisasi pendidikan, dan buruh gratis untuk perusahaan korporasi, sistem kampus merdeka mendorong adanya sistem pemagang yang wajib diikuti oleh mahasisw, tanpa dibayar dan tanpa diperhatikan keselamatan dan kesehatannya selama proses magang.

Iksan Tri Santoso salah satu masa aksi menyampaikan bahwa, Pemerintah yang harusnya fokus menyelesaikan masalah kesahatan karena pandemi Covid-19, tak kunjung selesai ini malah mempunyai fokus lain yang berbau korporasi. Pemeritah teralalu ngotot untuk segera mengesahkan (RUU) Omnimbuslaw Cipta Kejar, yang jelas-jelas menjadi rancangan produk hukum yang hanya pro pada korporasi, dan siap mengeploitasi 11 klaster yang tercantum dalam (RUU) tersebut. 

“Pemerintah harus mempunyai fokus yang jelas untuk menyelesaikan pandemi ini, (RUU) Omnibuslaw Cipta Kerja, jelas bukan solusi untuk mengatasi pandemi, dampak dari pandemik ini, korporasi hanyak akan membuat masalah baru dalam sektor ekonomi rakyat,” tegasnya.

Sambung Iksan, aksi yang digelar oleh Geger Banten ditengan situasi pandemi Covid-19. tetap mengutamakan protokol kesahatan yang ketat, masa aksi juga menggunakan masker dan selalu jaga jarak.

Aliansi Geger Banten tergabung beberapa organisasi mahasiswa yaitu DPC GMNI SERANG, SGMI, SEMPRO, FAM UNTIRTA, SAPMA PP KOTA SERANG, BEM UNTIRTA, BEM HUKUM UNTIRTA, HMI HUKUM UNTIRTA, UMC, DAN SAPMA PP TEHNIK UNTIRTA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *