GMNI Dan KPUD Kabupaten Serang Komitmen Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

gmni serang

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Serang gandeng Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) Cabang Serang, dalam rangka sosialisasi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Kabupaten Serang. Sosialisasi dengan Organisasi Mahasiswa dilakukan KPUD Kabupaten Serang lantaran mahasiswa memiliki andil, dan jaringan yang kuat. Sehingga, diharapkan mampu membawa dampak positif untuk pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Kita memiliki pandangan mahasiswa ini memiliki jaringan, dan binaan yang kuat. Sehiingga kita bangun kerjasama ini agar teman-teman mahasiswa mampu bersosialisasi hingga ke akar rumputnya,” tutur Komisioner KPUD Kabupaten Serang Divisi Hukum dan Pengawasan Zaenal Mutaqien.

Zainal juga menuturkan, pentingnya sosialisasi kepemiluan dapat meningkatkan partisipasi pemilih dalam menentukan pemimpin sehingga demokrasi yang berkualitas bisa dicapai dengan baik. KPU Kabupaten Serang juga mentargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada Kabupaten Serang mencapai angka 75 persen. “Kalau partisipasi yang ingin kita capai itu 75 persen mudah-mudahan bisa tercapai. Kalau yang (Pilkada) 2015 itu hanya 50,6 persen. Tapi alhamdulillah kemarin (2019) ketika pemilu partisipasi kita ada di angka 80,9 persen,” tuturnya, Pada Minggu, (16/02).

Selain itu Zainal menerangkan, KPUD Kabupaten Serang sendiri mengaku waspada terhadap penyebaran isu hoax, dan kampanye hitam ataupun praktik money politic. Baginya hal-hal tersebut dapat merusak demokrasi yang telah lama dibangun.”Kita patut waspada yah, baik itu kampanye hitam, hoax, ataupun politik uang itu perlu kita hindari. Itu dua hal yang paling bahaya karena itu akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Serang Arman Maulana Rahman mangajak semua lapisan elemen masyarakat untuk mensukseskan penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Serang. Dalam sosialisasi ini Arman mengatakan, setiap elemen masyarakat harus bisa menangkis isu-isu hoax seputar Pilkada.“Kita tidak mau walaupun kemarin dibeberapa narasi berita bahwa Kabupaten Serang adalah serangan sara dan hoax terbesar di Provinsi Banten. Ini memang harus kita tanggulangi bersama dalam pikada jangan sampai ada poin-poin perpecahan penyelenggaraan pilkada ataupun setelahnya,” tuturnya, di D’GODA KOPI.

Arman juga mengingatkan kepada kader-kader mahasiswa untuk bisa menjadi jembatan dalam memberikan pemahaman kepemiluan di masyarakat luas, hal tersebut supaya penyelenggaraan pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik tanpa adanya isu-isu yang memecah belah.

Selain kesuksesan Pilkada Serentak di Kabupaten Serang mendatang, Arman menerangkan, mahasiswa dan kelompok difabel menyoroti satu bentuk isu, dan bagaimana akhirnya meningkatkan bersama-sama berpartisipasi serta bekerja bersama-sama dengan masyarakat untuk meningkatkan tingkat partisipasi, sebagaimana Pilpres di tahun 2019.“Di Pilkada Kabupaten Serang kita akan mengulangi kesuksesan itu bersama-sama, mengawal tingkat partisipasi. Dan hal-hal yang memang bisa mensukseskan Pilkada Kabupaten Serang ini,” jelas Arman. (Fokusberitabanten).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *